Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan pada Manusia

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Perkenalkan Nama Saya Shintya Hafifah Sari Dengan Npm A1D021049 Dari Kelas 1 A Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas  Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan pada Manusia

Proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut yaitu:

1. Ingesti adalah pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.

      2. Digesti adalah pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim yang terdapat di organ pencernaan contohnya lambung. 

     3. Absorpsi adalah proses penyerapan sari makanan yang terjadi di usus halus.

     4. Defekasi adalah proses pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.

Pencernaan makanan terbagi menjadi dua yaitu: Proses pencernaan mekanis adalah proses pengubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk yang lebih kecil atau halus. Sedangkan proses pencernaan kimiawi adalah proses pengubahan zat makanan dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan.

Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan yang dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus. lidah, gigi, kelenjar air ludah (kelenjar saliva), kantong empedu, dan pankreas merupakan organ aksesori yang membantu pencernaan mekanis dan kimiawi.

Berikut ini struktur dan fungsi sistem pencernaan makanan pada manusia.

1.  Mulut

Di dalam mulut, terdapat gigi, lidah, dan juga kelenjar air liur (sativa). Air liur mengandung mukosa atau lendir, suatu senyawa yang berfungsi sebagai anti bakteri dan mengandung enzim ptialin atau enzim amilase. Enzim ptialin akan memecah molekul amilum menjadi maltosa. Di dalam mulut akan terjadi pencernaan secara mekanik (dengan bantuan gigi) dan pencernaan kimiawi (dengan bantuan enzim ptialin).

2.  Kerongkongan (esofagus)

Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus akan menuju ke kerongkongan (esofagus). Otot-otot kerongkongan berkontraksi, sehingga menimbulkan gerakan meremas dan mendorong makanan masuk ke lambung. Gerakan ini disebut gerak peristaltik.

3.  Lambung

Setelah dari kerongkongan, makanan kemudian masuk ke lambung. Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis, otot lambung berkontraksi, mengaduk-aduk bolus. Secara kimiawi, bolus bercampur dengan getah lambung. Getah lambung mengandung asam klorida (HCL), enzim pepsin, dan enzim renin.

HCL berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Enzim pepsin akan memecah protein menjadi pepton. Sedangkan enzim renin berfungsi untuk mengendapkan protein kasein susu.Setelah melalui proses pencernaan selama 2-4 jam di dalam lambung, maka bolus akan menjadi bahan kekuningan yang disebut kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit ke dalam usus dua belas jari, yang diatur oleh sfingter, yaitu otot-otot yang tersusun melingkar antara lambung dan usus dua belas jari.

4.  Usus Halus

Usus halus memiliki panjang sekitar 8,25 meter. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu usus dua elas jari (duodenum) dengan panjang sekitar 0,24 meter, usus tengah (jejemum) dengan panjang sekitar 7 meter, dan usus penyerapan (ileum) dengan panjang sekitar 1 meter.

Di dalam usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi. Pada duodenum terdapat saluran yang menghubungkan dengan kantung empedu dan pankreas. Getah pankreas mengandung enzim lipase, amilase, dan tripsin. Enzim lipase berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim amilase akan mencerna amilum menjadi maltosa.  Tripsin akan mencerna protein menjadi polipeptida. Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemulsikan lemak, yaitu membuat lemak agar larut dalam air. Pencernaan makanan dilanjutkan ke jejunum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap.

Zat-zat makanan setelah melalui jejunum akan menjadi bentuk lain yang siap diserap. Penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum. Glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino, dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh darah menuju ke hati dan diedarkan ke seluruh tubuh. Glukosa dalam hati selanjutnya disimpan dalam bentuk glikogen. Asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh pembuluh getah bening menuju hati, selanjutnya disimpan dalam jaringan lemak. Semakin luas bidang permukaan bagian dalam usus, maka semakin banyak vili yang mampu melakukan penyerapan zat-zat makanan secara lebih efektif.

4.  Usus Besar

Usus besar memiliki panjang sekitar 1 meter, terdiri atas kolon asendens (naik), kolon transersum (mendatar), dan kolon desendens (menurun) dan berakhir di anus. Di antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung usus buntu terdapat tonjolan kecil yang dinamakan umbai cacing (apendiks) yang berisi massa sel darah putih untuk imunitas (kekebalan tubuh). Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai zat-zat sisa. Zat-zat sisa tersebut akan berada di dalam usus besar selama 2 sampai 4 hari. Zat sisa tersebut terdiri dari sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat dicerna. Usus besar berfungsi untuk mengatur kadar air pada sisa makanan. Apabila kadar air pada sisa makanan terlalu banyak,  maka dinding usus besar akan menerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya, jika sisa makanan kekurangan air, maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimkannya ke sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat banyak bakteri Escherichia coli yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan, karena mampu membentuk vitamin K dan B12. Sisa makanan yang sudah tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut sebagai feses (tinja) dan akan dikeluarkan melalui anus.

Link Video Mengenai Materi Biologi Yaitu Tentang Sistem Pencernaan Manusia 

https://youtu.be/OYAaZ3ZhsKU



Komentar